Rabu, 05 Oktober 2011

PENGERTIAN LOGIKA DAN ALGORITMA

Pengertian LOGIKA: Logika berasal dari bahasa Yunani yaitu LOGOS yang berarti ilmu. Logika pada dasarnya filsafat berpikir. Berpikir berartimelakukan suatu tindakan yang memiliki suatu tujuan. Jadipengertian Logika adalah ilmu berpikir / cara berpikir dengan berbagai tindakan yang memiliki tujuan tertentu.


Pengertian ALGORITMA : Pada Merriam-Webster’s Collegiate Dictionary, istilah algoritma Diartikan sebagai prosedur langkah demi langkah untukmemecahkan masalah atau menyelesaikan suatu tugas. Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mendefinisikan algoritma sebagai urutan logis pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah.

Kamis, 24 Februari 2011

Old diary ( part two )

tertera dalam setiap tetesan darah yang mungkin mengalir dalam kata , ku mungkin hanya manusia yang bisa memberikan kebencian yang setara dengan cinta .

***********************************************

terngiang-ngiang dengan jelas semua yang lusy katakan pada malam itu,
terlihat lemah memang diri ku ini ,membatasi semua yang tak mungkin bisa ku atasi .
mungkin ku mengerti akan setiap bulir kata dari mulut lusy yang menjelaskan bahwa dia tidak bisa lagi melanjutkan hubungan yang telah kami rajut 7 tahun yang lalu,
terpantul kan masa lalu yang indah dan bersemi melambai-lambai riang dan bahagia ,
masa SMA yang memberikan arti hidup dari segala hal yang memprioritaskan satu kata yaitu CINTA ,
lebih dari segalanya didunia lusy adakah satu-satu nya yang berharga dibandingkan rumah mewah pemberian mendiang ibu dan ayahku . mungkin kehidupan yang dramatis membuatku semakin tak mengerti seperti apa wujud dari kehilangan .
diawali dengan sentuhan yang menurutku indah lucy mulai menggerakan hidupku yang sebatang kara ,
meskipun dulu untuk yang pertama kali dihari ulang tahunku yang ke-20 , lucy menghampiriku dan memberikan sebuah kado , kado yang terlihat usang , kado yang tak seperti kado-kado berharga lainnya ,
ku tak mengerti lagi , apa yang membuat ku berpikir bahwa buku usang yang diberikan lucy kepadaku menjadi rongsokan . kini ku baru mengerti selama 7 tahun ku terus bertanya-tanya tapi tak pernah menemukan jawaban yang tepat .
kini,mungkin lucy sedang berbahagia dengan lelaki itu. terakhir ku mendengar kabar dari sahabat lucy , enma memberitahuku bahwa lucy akan segera menikah dengan albert . itu bukan lagi berita yang mengejutkan untukku . lucy sedang hamil anak albert jadi sudah pasti mereka akan segera menikah . sedangkan aku ??, hanya sendiri dan selalu sendiri .

*************************************************************************

dentang waktu terukir dan berdetak kencang dalam helaan nafasku , sinar mentari pun menerpa diriku yang terpuruk bersama buku tua itu , 
"aku kesiangan!!akhhrggggg............"
dan ku tergesa-gesa untuk semua nya,..mandi,gosok gigi dll ku lakukan dalam kurun waktu 10 menit .

--------------------------------------------------------------------------------------------------

jakarta , 16 agustus 2009

melukis semua kemacetan di jakarta hanya dengan membuat waktu kita tersisihkan dan akhirnya Telat,
itulah yang ku alami sekarang , hari ini ku harus menyerahkan setumpuk kertas-kertas yang telah ku rampung kan selama bertahun-tahun lamanya,...
itulah yang mungkin akan ku jadikan senjata untuk melawan hariku,
melawan semua kepenatan hariku,..
dan mungkin untuk mencoba melupakan kejadian sesaat, kejadian dimana malam yang meretakkan hatiku menjadi berkeping-keping,..

=.=" ku berjalan sambil termenung dan lagi-lagi semuanya membuatku terlambat.
dan akhirnya ku berdiri didepan gedung tinggi dan menjulang tinggi keatas langit,.gedung yang mungkin akan ku coba untuk menjadikan sebuah peruntungan untuk memberikanku sedikit kesibukan untuk melewati hari-hari ku .

15 menit lama nya ku telat dari jadwal yang telah ditentukan tumpukan kertas itu pun telah ku serahkan dan sekarang ku hanya bisa menanti kabar dari gedung ini .
berjalan teruntai lemah keluar dari gedung tua itu membuat ku sedikit merasakan kekhawatiran yang begitu dahsyat,..jika kali ini gagal , maka tumpukan kertas itu tak akan berguna lagi dimanapun ,

hariku ku pun tetap seperti biasa dan hanya 1 hal yang kurang yaitu "cinta"

#############################################


Dear my Old Diary : 


mungkin ku bodoh membiarkan pikiran ku pergi bersama nya,
mungkin ku terlanjur melakukan hal bodoh yang tak bisa ku sadari ,
dan mungkin ku manusia yang tak pantas untuk dicintai . . .


7 tahun lama nya semua ku jalani tanpa peduli apapun .
7 tahun lama nya semua ku lakukan bersama lucy ,
dan pada akhirnya semua pergi begitu saja ,...


salahkah aku ketika lucy mencoba menghubungiku tetapi semua akses ku tutup??!!
salahkah aku apabila kata terakhir yang bisa kuucapkan padanya hanya kata "benci" ???!!
jika memang semua yang kulakukan dimatanya salah, maka ku tak ingin meminta permohonan maaf   dari dirinya ,
akan tetapi ku hanya ingin dia tak ada lagi di pikiran ku untuk selamanya ,
ku memang manusia yang sekali cinta akan tetap cinta ,
tetapi sekali benci maka akan selamanya benci .


"If love hurts ,then love some more ,
 if love hurts some more , then love even more ,
 if love hurts even more . . .then love till it hurts no MORE..."

Selasa, 22 Februari 2011

Old Diary ( part one )

ku sulit merangkai kata , mengubahnya menjadi kalimat yang indah.
apa yang kutuang dalam buku tua inilah awal dari ceritaku....

**************************************************

jakarta,15 agustus 2009

kembali kutermenung menatap buku kosong dan usang ini
berkali-kali ku berpikir "untuk apa" dan aku terus berusaha keluar dari semua pemikiran yang tak kunjung habis ini.
disisi lain dering handphone menyadarkan ku dari lamunan yang tak berarti itu.
"Lusy" nama yang tertera dilayar dan itu sempat membuatku terdiam dan tak mengerti
ada apa dia menelponku selarut ini? sembari ku berpikir ku mencoba untuk menjawab telpon yang telah kubiarkan berdering.
"ha..loo" sapa lusy dari seberang sana.
mungkin hanya perasaanku saja yang merasa dia terdengar begitu sedih,kata yang dia ucap telah menandakan kalau sesuatu hal yang besar telah terjadi terhadap dirinya

"iya,ada apa sayang?bukannya kamu sudah tidur?" kucoba menjawab dengan aksen yang berbeda,aksen yang memberikan perhatian lebih . dan perasaan itu menghantuiku lagi , kurasakan sesuatu yang mengganjal dari helaan nafasnya. apa yang terjadi? ku tak mengerti sama sekali. inginku bertanya tetapi mulutku tertutup rapat ketika dia mulai mengembangkan suara sendu nya.

"bisa kita ketemu sekarang?" kucoba mencerna kata demi kata yang dia ucapkan dari sebrang sana...
sempat ku tak mengerti arah tujuannya tadi . tapi kini semua terdengar jelas apa yang aku khawatirkan terjadilah sudah. kumenyangupinya dengan segera ku menuju ketempat yang telah ditentukan . disepanjang jalan ku hanya berharap apa yang ku khawatirkan tidak akan menjadi kenyataan .

15 menit kemudian.....

mataku tertuju disatu titik yang membuat alisku terangkar dan semakin tak mengerti.
harus kuakui langkah kakiku semakin berat yang membuatku terhenti ketika semuanya terlihat jelas.
mataku tak mungkin salah melihat dan merekam semua yang ad disana , dibangku yang tak jauh dari pintu masuk itu ku lihat lusy dan seorang pria. ya seorang pria yang jauh berbeda denganku.
pria itu mengenakan jas lengkap yang menandakan mungkin dia direktur perusahanan atau lainnya,sedangkan aku?? hanya penulis lepas yang mencoba merangkai kata.

aliran darahku berhenti ketika ku lihat airmata lusy membanjiri kedua bola matanya dan berkinang turun tak henti,sedangkan lelaki itu terlihat mencoba untuk menenangkan lucy,siapa dia sebenarnya?? batinku bergejolak semakin tak menentu dan ku seret lagi langkah kakiku sampai akhirnya kumendengar tangisan lucy semakin menggema.

kumengerti situasi ini sangat tidak menguntungkanku.
perasaanku bercampur aduk dengan semua rasa yang tak menentu.
rasa yg terlihat dipenuhi penyesalan yang amat sangat mendalam dari tatapan mata lucy yang melihatku dengan airmata yang terus berlinang.

kurasakan getaran yang sangat hebat ketika kutatap kedua mata lucy,yang memalingkan wajahnya dan bertemu pandang dengan lekaki yang ada disamping nya,..

dengan suara lirih lucy mencoba menjelaskan siapa lelaki yang ada disampingnya ,
terdengar samar-samar sebelum semua kata-kata itu menusuk lerung hatiku. sakit rasanya ketika semua kata yang terucap menusuk kedalam , tepat dihatiku .

ku berbalik dan menyeret langkah kakiku sebelum dia mencoba membunuhku.
terlintas dalam bayanganku yang membuatku tetap berjalan tanpa berpaling .
raga ku berjalan menyelusuri tempat parkir , sedangkan lucy mencoba mengejarku dan lelaki itu menghentikan geraknya itulah yang terlihat dalam bayanganku .

kembali kutermenung dalam laryt malam yang mampu menenangkan segala hal seperti apa yang terjadi tadi .
ditemani sebuah buku tua dan pena bertinta merah ku hanya mampu melukis apa yang kurasa mencoret apa yang terjadi dalam tinta darah dilembar buku usang inilah mewakili semua yang kurasa.

**********************************************************

Dear Old Diary: 


hari ini ku merasakan hal yang pernah dirasakan seluruh umat manusia di bumi ini,hanya apa yang kurasa sedikit memiliki waktu yang berbeda,peristiwa yang tak sama.akan tetapi haruskah ku rasa setiap alir darah yang menetes keluar darimata ini membuat semua nya menjadi nyata??...oh Tuhan,tak mampu lagi aku menjadi manusia yang kuat ketika berdiri didepan dirinya yang telah membunuh sebagian dari pikiran ini.disaat terakhir ku terluka 1 hal yag mampu membuatku terus berpikir seperti apa cinta yang mambuatku luka,itu karena cinta ini telah tak terbatas adanya membuang semua hal yang mustahil dan menjadikan semua cara menjadi pilihan yang indah.tetapi tersenyumlah kuingin kau tau karena ku sanggup tanpa dirimu , dan untuk sesaat hal terberat yang kuketahui , dan menjadi hal pertama yang kualami .
i know this love so "hurt" . . . & make my heart "Broken" . . .

(sebagian cerita untuk s.Aoi dari Loky)

Jumat, 18 Februari 2011

Unspoken Word

( Sebenarnya aku tidak ingin menulis cerita ini, tapi karena merasa ingin melampiaskan sesuatu, akhirnya aku mencoba untuk menulisnya juga... =="
by : S_Aoi )

"Kamu memang bego!!"
"Kita sudah janji tidak akan membahasnya lagi."
"Aku tetap mau membahasnya!!!", teriak Sofie seraya menepuk meja dengan keras.
"Sofie!", hardikku karena semua pandangan cafe mulai tertuju kepada kami.

Aku tidak terbiasa menjadi pusat perhatian orang banyak, tidak seperti Sofie yang merupakan mantan model terkenal di USA ini. Sekarang ia malah dengan anggunnya menyilangkan kaki dan menyeruput kopinya sebelum memulai pembicaraan lagi.

"Kenapa kamu harus sebego itu? Memangnya laki-laki itu sangat menakutkan, sehingga kamu harus melarikan diri seperti ini?"
"Sofie, kalau kamu tidak berhenti..."
"Kalau aku tidak mau berhenti, kamu mau bagaimana?", tantang wanita cantik dengan rambut panjang digerai ini. "Setelah merebut calon suamiku, lalu meninggalkannya, sekarang kamu ingin aku berhenti komplain??"
"Aku tidak meninggalkannya!!", bantahku cepat.
"Kalau begitu, kenapa? Kenapa kamu harus bersembunyi darinya???"
"Karena......"

Aku terdiam dan menundukkan wajah. Kupelototi minuman kopi yang mulai mendingin. Di atas permukaan kopi yang hitam itu, terpantul bayangan wajahku yang sedih. Kalau diingat-ingat, beginilah raut wajahku ketika aku melihat pantulan bayangan dari kaca pesawat terbang.

"Katakan sesuatu!!!", seru Sofie tidak sabaran.

Ia bukan wanita kasar, juga bukan wanita yang akan berbicara dengan suara keras. Hanya kepadaku saja, dia menunjukkan sisi lainnya ini.
Aku mendadak merasa bersalah. Seharusnya aku tidak datang mencarinya, seharusnya aku tidak datang menganggu kebahagiaannya. Sofie sudah menikah dengan produser terkenal di Amerika, dan namanya juga semakin terkenal seiringan dengan keberhasilannya memenangi berbagai penghargaan di negeri adidaya ini.
Seharusnya aku.....

"Eiji, katakan sesuatu....."

Suara Sofie mulai kembali seperti biasa. Kecil dan lembut. Tapi aku tahu, di dalam kebiasaannya, ada sebuah kecemasannya. Melihatku terus menundukkan wajah dan tidak mau berbicara apapun, membuat hatinya khawatir. Tangannya yang terawat terulur menyentuh jari-jari tanganku yang mendingin.

"Eiji....."
".....aku...."
Suaranya bergetar. Begitu juga dengan suaraku.
"...kamu benar, aku meninggalkannya..."
"...apa..??"
"Aku meninggalkannya.....aku kabur..."

Jari-jari tangan lentik nan hangat itu menjauh. Akhirnya aku mengangkat wajah dan bertemu pandang dengan Sofie. Matanya terbelalak lebar. Ia kelihatannya tidak mempercayai satu dari kalimatku barusan.

"...kamu serius?", tanyanya dengan suara kecil. "Kamu tidak sedang bercanda denganku, kan?"
"Tidak. Aku yang memutuskan untuk mengakhiri semuanya ini.", kataku dengan senyuman lemah. "Aku sudah tidak tahan bersamanya lagi. Berada di sampingnya, tapi tidak bisa mengungkapkan apapun."
"Tapi, kamu mencintainya, kan? Kamu bilang kamu mencintainya!!!"
"Dia tidak pernah mencintaiku! Kamu tahu dia tidak akan pernah bisa membalas perasaanku."
"Tapi kamu bilang kamu akan menunggu!!!"

Sofie mulai menangis. Aku mendadak teringat ketika untuk pertama kalinya melihat air mata tersebut, aku hampir luluh. Sekarang, aku juga mulai luluh. Aku mengulurkan tangan dan mengenggam jari-jarinya. Sofie tersentak kaget, tapi tidak menarik kembali tangannya. Dengan tetap berlinang air mata, ia menatapiku. Memperhatikanku dengan seksama.

"Aku terus menunggunya, Sofie.", ujarku lemah. "Selama ini aku selalu menunggunya, tapi aku tidak bisa menunggu selamanya... Aku juga mempunyai kesabaran, dan itu sudah mencapai batasnya. Aku bisa hancur kalau terus bersamanya...."
"Eiji....."

Aku menangis. Akhirnya....aku menangis...
Tapi itupun hanya satu garis airmata.., dan kemudian aku menghentikan airmataku dengan kembali mencurahkan isi hatiku.

"Sofie, aku merasa bersalah. Kalau aku tidak ada, mungkin kalian bisa hidup bahagia. Kalau aku tidak ada, mungkin kalian bisa...."
Aku berhenti untuk mengendalikan napasku yang memburu.
"Kalau saja aku bisa mengembalikan semuanya ke awal di mana aku tidak pernah jatuh cinta dengannya....mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi...."
"Jangan berkata begitu, Eiji.", hibur Sofie. Ia tetap baik hati seperti biasanya. "Kamu tidak bersalah. Tidak ada seorang pun yang bersalah."

"Aku senang mempunyai teman baik sepertimu, Sofie.", ucapku dan airmataku kembali jatuh. "Kamu dan Aan adalah yang terbaik dalam hidupku. Aku tidak pernah dan tidak ingin menyesali kehidupanku yang sekarang. Walaupun mungkin kita sudah tidak bisa bersama lagi, tapi aku benar-benar bersyukur dari dalam hati, bahwa aku pernah memiliki kalian berdua."
"Eiji....."

Suara dering ponsel Sofie memutuskan pembicaraan kami. Sofie bingung harus menerimanya atau tidak, karena masih banyak yang ingin dibicarakannya denganku. Tapi, aku menghentikan niatnya tersebut dengan segera berdiri dari bangku tempat duduk.

"Aku harus pergi.", ujarku seraya tersenyum. "Selamat tinggal, Sofie. Aku akan selalu mendoakan kebahagianmu."
"Eiji, tunggu...."
"Dan, tolong sampaikan kepadanya.", potongku cepat. "I love him. I'll always do."
"Ei...."

Suara dering ponsel kembali terdengar. Sofie tidak bisa menghentikanku. Ia buru-buru menjawab seraya menatapi kepergianku. Lalu kemudian terdengar suara seruannya yang tertahan, dan kemudian ratapannya.
Ia sudah tidak bisa melihatku lagi, tapi aku masih bisa menoleh dan melemparkan senyuman kepadanya, sementara dewa kematian sudah datang menjemputku.

Sofie...
This is our last good-bye...

Aku mendadak teringat dengan segala hal. Ketika pertama kali menatap ke dalam genangan kopi dan melihat pantulan wajahku, aku teringat. Pesawat yang aku tumpangi ketika datang ke USA meledak tepat sebelum mendarat.
Aku memang meninggalkannya, karena aku benar sudah tidak tahan bersamanya lagi. Tapi aku tidak menyangka, perpisahan ini akan menjadi perpisahan untuk selamanya.
Aku bahkan tidak sempat mengatakan isi hatiku yang sebenarnya, dan untuk selamanya aku juga tidak akan tahu bagaimana perasaannya kepadaku.

Aku menyesal, kenapa aku harus mati secepat ini?
Aku sedih, kenapa tidak dari awal aku menyatakan isi hatiku?

Tapi apa gunanya itu semua sekarang?

Ketika waktu kematianku sudah tiba, ketika dewa kematian sudah datang menjemput...
Aku baru sadar...
Betapa aku ingin bertemu denganmu....


(Cerita yang tidak jelas pangkal ujungnya... @@
Semoga Anda sekalian menikmati.... T^T)

S_Aoi

Your Way, My Love

What is it about your feeling at all?

Then, what about mine?

Do you really ever thinking about me?


******************************************************************

Moon is shattered in a piece. It's torn apart. As like in my dream.

Then you are there.... blaming me, from not saving you....

.....from sins.....
....of killing me....


******************************************************************

Phone call has wake me up. The last time I remembered was father's call. He was in hurry, saying something about brother and some kind of accident. I don't hear him clearly, so I think it wouldn't be a problem without my presence after all. 

But, thought only can be just a thought.

That mornig, when the phone call waken me up, it brings the very bad news. 
Brother has been murdered. 
The one who killed him, is my lover. 

My ex-lover, actually....

*******************************************************************

I couldn't think anything in an instant time. But something just appeared in my head without me thinking it about. 
Some thing that has to be my misery, my sadness.
It's the dark side of my life story. 
It's my sins.

***************

I met him in front the church. 7 years ago, when the road has been full covered by the snow. 
And the blood.

That red liquid been pouring out from a man's body. A man that stood right in front of him. 
When the poor man body fell down, our eyes met. 
That cold and deep black eyes has drown me away, and I felt like been prisoned above his gun in the hands.

Then everything was in slow motion. 

He grabbed my hand. I tried to struggled and screamed or whatever just to made some sounds. 
But he wouldn't let me.
Yet he wouldn't.

That's why our first kiss was happened in this very unforgetable moment.

..........and I started falling in love with him.

******************************************************************

"You are crazy liitle nuts!!!"

That was the first comment that came out from my brother, after we dating out about almost 3 years. 
I didn't really care what he has complained about the man's I love. 

Really, I don't have to care about it, after right now.

"You know he is killing people, and you still be with him??? Are you really crazy?"
"It's my own problems."
"You bringing our family's name and you said it's your own problems??"
"Since when you care about me? Since when you started notice me? Tell you, you don't even seeing me like a family members."
"He'll kill you some day."
"That's my wish. And I happy to die after his hand."

That's the end of debate. The end of conclusion. 
Also, the end of my bondage from my own brother.....

Beacuse the last thing I can ever remember, I saw him, laid in the road outside the church, covered with show white and red blood.....

But he isn't there.....
My ex-lover....

******************************************************************

He became my ex because a couple hours before I received the last call from father, I broke him up. 

We don't have any debate, or lover's quarrel. 
No, we don't ever have a thing to discuss about. 

We met because we want to seeing each other, or I can said that only about some coincidence.
I don't know how he can be right there, or why I should be right in the time and the place of the crime he made.
Like he want all the time, for me, to sharing his sins.

After I get used to this coincidence, we began to have a new kind of relationship.
He started touching me, my body, with his barely cold hand. 
And then leave a kiss mark, so I couldn't forget his being.

Also like this continuesly.....
Day repeat day, week by week, month to month....
When it came years, we connected.

By blood, in soul, from body to body.....

And I hardly said,  'I love you'

******************************************************************

My head spinning. 
The red moon seems not real to me. 
It shattering again. 
Like my dreams. My every dream that I have when I slept over his arm.

******************************************************************

"You are not going to betray me, aren't you?"

I don't know it's an asking or an question, so I just stay calm. Look into his eyes, and try to push a smile, but I can't. 
Can't, with a knife that in my neck. 

Am I afraid? 
No.

Am I sad?
No.

Am I happy?
No.

So what I feel right now?

Nothing.
Nothing at all.

My mind isn't blank. It full of our memories. 
My beloved....

"Why you leave me?", he asked, but I just only try to keep breathing.
"Why you have to leave me alone?"

Did I ever do that? 
Did I ever leave him?

"Why you never understand my feeling?"

What is it about your feeling at all?
Then, what about mine?

Do you really ever thinking about me?

"I always think how about to make you be mine. You know I always love you. You know I do.
 I did everything just to make you noticed me. I did every that thing, just to make you feel happy.
 Can you feel my love?"

Can I tell the truth? That your love, is killing me right now?

******************************************************************

Moon is tearing apart from my eys. 
I see blood ruins over the place.
And then I lose my balance, right into your arms.

You holding me, and blaming me.

Why I didn't stoped you from the killing?
Why I didn't saved you from the sins?

******************************************************************

"I love you..... so I wanna share the same thing with you... Even it's about share the same sins....It's okay....
 cause I loved you, and it always be....."



- THE ENDLESS NIGHT - 

S. Aoi